BMRTIMES.COM, KOTAMOBAGU — Kepedulian terhadap korban tragedi drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, terus berdatangan. PT Global Emas Jaya menyatakan kesiapannya memberikan santunan kepada para korban maupun keluarga yang terdampak musibah tersebut.
Pimpinan PT Global Emas Jaya, Asri Mamonto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati perusahaan terhadap masyarakat yang menjadi korban dalam insiden yang terjadi pada Minggu (9/8/2026).
“Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa masyarakat. Santunan ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa empati kami kepada para korban dan keluarga. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka,” ujar Asri.
Asri menyampaikan duka dan keprihatinannya atas tragedi yang terjadi saat pelaksanaan drag race tersebut. Insiden itu mengakibatkan sejumlah penonton meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Menurut Asri, perhatian terhadap para korban tidak boleh berhenti pada keluarga yang kehilangan anggota keluarga. Mereka yang masih menjalani perawatan juga membutuhkan dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak.
PT Global Emas Jaya, kata dia, turut mendoakan para korban yang masih menjalani perawatan agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Selain menyiapkan bantuan, Asri berharap tragedi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan.
Menurutnya, aspek keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama, terlebih dalam kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat dan berlangsung di ruang publik. “Keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan,” tegasnya.
Hingga saat ini, santunan dari PT Global Emas Jaya masih dalam tahap persiapan penyaluran. Perusahaan belum merinci besaran bantuan, pihak-pihak yang akan menerima santunan, maupun waktu penyerahannya.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan nyata bagi keluarga korban di tengah duka yang masih dirasakan pascatragedi.***
Editor : Sandy Bawoel






