BMRTIMES.COM, KOTAMOBAGU — Riuh kegiatan Drag Race dan Drag Bike di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, pada Minggu (9/8/2026), mendadak berubah menjadi suasana duka.
Kegiatan yang semula diharapkan menjadi ajang hiburan dan adu kecepatan itu berujung tragedi. Enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Di balik angka tersebut, tersimpan duka yang jauh lebih dalam. Ada keluarga yang kehilangan orang tercinta untuk selamanya. Ada pula keluarga yang hingga kini masih menanti dengan penuh harap kabar kesembuhan anggota keluarganya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Kabar memilukan itu turut menyentuh Sri Tanti Angkara (STA). Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban, khususnya keluarga yang harus kehilangan orang-orang terkasih.
“Secara pribadi, saya menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban. Insyaallah meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Untuk keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujar Sri Tanti Angkara.
Menurut STA, kehilangan orang yang dicintai bukanlah sesuatu yang mudah untuk diterima. Luka akibat kepergian tersebut tentu membutuhkan waktu dan kekuatan bagi keluarga untuk melewatinya.
Ia pun berharap keluarga para korban yang meninggal dunia diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.
Tak hanya untuk mereka yang telah berpulang, doa juga dipanjatkan STA bagi para korban yang masih menjalani perawatan. Ia berharap seluruh korban segera mendapatkan pertolongan terbaik dan diberikan kesembuhan.
“Untuk para korban yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, saya berharap secepatnya diberikan kesembuhan,” katanya.
STA kemudian menyampaikan doa bagi seluruh korban dan keluarga yang terdampak tragedi tersebut.
“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf para korban yang telah berpulang, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menerima takdir ini.
Sementara bagi para korban yang masih menjalani perawatan, semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, menguatkan mereka, dan mengembalikan mereka kepada keluarga dalam keadaan sehat,” ujar STA.
Tragedi tersebut juga mendapat perhatian dari Sekjen DPP Partai Hanura Benny Rhamdani. Benny mengaku terkejut ketika pertama kali mendengar kabar mengenai peristiwa tersebut.
Ia bahkan sempat tidak percaya dengan kabar yang beredar hingga akhirnya melihat sejumlah unggahan di media sosial. “Saya sempat shock dan hampir tidak percaya ketika mendengar kabar tersebut. Saya baru yakin setelah melihat beberapa postingan media sosial,” ujar Benny Rhamdani.
Benny turut menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. “Saya menyampaikan turut berduka cita. Semoga para korban meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” ujarnya.
Doa juga dipanjatkannya bagi para korban yang masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. “Bagi korban yang tengah dirawat di rumah sakit, semoga Allah SWT segera menyembuhkan,” sambungnya.
Kini, di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga korban, harapan kesembuhan terus dipanjatkan bagi mereka yang masih bertahan. Tragedi di Upai meninggalkan kehilangan yang tidak mudah dilupakan, sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik setiap keramaian dan hiruk-pikuk sebuah kegiatan, ada kehidupan manusia yang begitu berharga.
Bagi mereka yang telah berpulang, doa terbaik dipanjatkan agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan untuk melewati masa-masa berat. Dan bagi para korban yang masih menjalani perawatan, semoga segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.***
Editor : Sandy Bawoel






