Buku Sejarah Perlawanan Rakyat di Pedalaman Mongondow Diluncurkan di Moment Hari Pahlawan

Senin, 11 November 2024 - 16:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMRTIMES.COM, KOTAMOBAGU – Buku sejarah perlawanan rakyat pedalaman Mongondow diluncurkan pada peringatan Hari Pahlawan, Minggu, 10 November 2024.

Sebuah karya yang di tulis sejarawan muda Kota Kotamobagu, Murdiono Prasetio A. Mokoginta ini, mengungkap tentang sejarah perlawanan masyarakat pedalaman Mongondow yang kini menjadi wilayah Kota Kotamobagu dan sekitarnya terhadap Pemerintah Kolonial Belanda, antara tahun 1901 sampai 1902.

Buku ini juga mengungkap awal mula penyatuan kerajaan Bolaang Mongondow, Bolaang Uki, Bolaang Itang, Kaidipang, dan Bintauna ke dalam Afdeeling Bolaang Mongondow, dengan pusat pemerintahan di Kota Baru yang menjadi cikal bakal lahirnya Kota Kotamobagu.

Dalam buku ini dituliskan juga segala kebijakan pemerintah kolonial. Di mana kebijakan itu mendapat tantangan dari masyarakat Mongondow yang berujung pada perlawanan, dengan mengangkat senjata melawan pemerintah Belanda.

“Buku ini mengungkap kisah heroisme, kepahlawanan, dan perjuangan orang-orang yang ada di Kota Kotamobagu saat ini untuk melawan penjajahan dan penindasan,” ungkap Murdiono kepada bolmong.news.

Murdiono mengatakan, melalui buku ini tergambar kisah perjuangan orang Bolaang Mongondow yang menjunjung tinggi semangat mototompiaan, mototabiaan, bo mototanoban.

Tetapi, di sisi lain anti terhadap penjajahan dan penindasan terhadap hak-hak asasi manusia bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu. “Khususnya kepada bapak Pj Wali Kota, Abdullah Mokoginta dan bapak Sekretaris Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, yang memberikan ruang untuk melaunching karya ini bertepatan dengan momentum Upacara Hari Pahlawan di Kota Kotamobagu,” ucapnya.

Konteks dan latar dalam peristiwa di buku ini, terangnya, memang di wilayah Kota Kotamobagu dan sekitarnya (dahulu disebut Pedalaman Mongondow).

“Karena itu momen launching tadi bagi saya sangat monumental,” kata Murdiono.

Dia berharap, semoga tahun depan Pemkot bisa menganggarkan penelitian sejarah dan kebudayaan lokal Bolaang Mongondow.

“Serta membeli karya-karya anak daerah (buku) untuk disebarkan di sekolah-sekolah dan mengisi ketersediaan koleksi buku lokal di perpustakaan daerah,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Editor : Sandy Bawoel

Berita Terkait

Peringati HUT Kejaksaan RI ke-81, Kejari Kotamobagu Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Mongkonai
Tak Kenal Sekat Politik, Panji Merdeka Putra Ulurkan Tangan untuk Korban Drag Race Upai
Sambangi Rumah Duka Hingga Berikan Santunan, Bentuk Kepedulian GFB Untuk Keluarga Korban Tragedi Drag Race Upai
PANJI: Partai Hanura Turut Berduka
PT Global Emas Jaya Siapkan Santunan untuk Korban Tragedi Drag Race Upai
Tragedi Drag Race Upai Renggut 6 Nyawa, STA dan Benny Rhamdani Sampaikan Belasungkawa
IAD Daerah Kotamobagu Peringati Hari Ulang Tahun ke-XXVI dengan Semangat Peduli dan Bersinergi
Pemkot dan Kejari Kotamobagu Perkuat Sinergi Wujudkan Pemerintahan Taat Hukum
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 11:12 WITA

Peringati HUT Kejaksaan RI ke-81, Kejari Kotamobagu Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Mongkonai

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:57 WITA

Tak Kenal Sekat Politik, Panji Merdeka Putra Ulurkan Tangan untuk Korban Drag Race Upai

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:43 WITA

Sambangi Rumah Duka Hingga Berikan Santunan, Bentuk Kepedulian GFB Untuk Keluarga Korban Tragedi Drag Race Upai

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:28 WITA

PT Global Emas Jaya Siapkan Santunan untuk Korban Tragedi Drag Race Upai

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:00 WITA

Tragedi Drag Race Upai Renggut 6 Nyawa, STA dan Benny Rhamdani Sampaikan Belasungkawa

Berita Terbaru